Sekolah Merdeka Ala Darul Fikri

Bicara tentang Sekolah Merdeka tidak bisa terlepas dengan trending topik MERDEKA BELAJAR yang digulirkan oleh Menteri Pendidikan Bpk. Nadiem Makarim. Hari ini saya akan coba sedikit sharing tentang penyambutan Darul Fikri mencoba menterjemahkan Sekolah Merdeka Ala Darul Fikri.

Darul Fikri adalah sebuah lembaga pendidikan dibawa bimbingan Dinas Pendidikan yang dari awal membumikan visi sebagai lembaga yang menyiapkan calon pemimpin yang berkarakter, hafal Alquran dan berprestasi. Ada tiga poin yang menjadi penggerak untuk mewujudkan visi tersebut yakni pemimpin, hafal Alquran dan prestasi.

Di dunia yang serba dinamis ini, sangatlah wajib bagi kita merefresh visi menjadi bisa menjadi sesuatu yang bisa menjawab tantangan jauh kedepan. Kenapa demikian, karena pendidikan itu tidak bisa dilihat hasilnya sekarang. Baru bisa kita lihat, mungkin 10 tahun yang akan datang.

Sebut saja PEMIMPIN sebagai kata kunci yang pertama visi Darul Fikri. Pemimpin yang bagaimanakah yang dibutuhkan di masa mendatang harus dituangkan dalam misi nyata yang nantinya akan dipetakan indikator pencapaianya, Sudah tidak asing lagi bahwa pemimpin yang dibutuhkan di masa mendatang adalah mereka yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Inovatif
  2. Kreatif
  3. Kolaborasi
  4. Komunikasi
  5. Komputasi
  6. Kasih Sayang

Sudah banyak tulisan-tulisan tentang poin-poin diatas. Memang itu hal-hal yang memang minial harus dimiliki oleh pemimpin masa mendatang. Saya tidak perlu membahas detail dari poin-poin tersebut. Setidaknya dengan ditulis kembali akan mengingatkan kita pentingnya untuk mengetahui rambu-rambu tujuan kita yang diminta untuk menyiapkan generasi yang akan menggantikan kita kelak.

Ada kata kunci dari ke enam poin diatas adalah ternyata untuk bisa mencapainya dibutuhkan seni. Bagaimana menjadi inovatif, kreatif, kolaboratif, komunikatif, komputatif dan penuh kasih sayang perlu ada cara. Masing – masing individu memang kadang punya cara sendiri untuk bisa mewujudkannya. Namun demikian kaidah umum yang harus dilalui sebagai jembatan untuk terwujudnya target perlu diberikan kepada generasi ini tahap demi tahap.

Demikian tulisan ini, kita sambung selanjutnya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.