SMP Satu Atap Saga, Sorong Selatan, Papua Barat

Perjalanan melintas laut selama empat jam dari ibu kota kabupaten untuk dapat sampai pada sekolah ini. Menyusuri jalan kampung dari tempat longboat bersandar hingga bertemu gedung sekolah ku, kita akan disuguhi keramahan khas masyarakat, menyapa bahkan bergegas menjemput membawakan barang bawaan kami yang pastinya banyak sekali karena kami mempersiapkan bekal untuk hidup 3bulan. Guru-guru tinggal di ruang perpusatakaan yang telah disekat-sekat, karena keterbatasan bangunan tempat tinggal untuk para guru. Sekolah ini sesungguhnya telah kokoh berdiri jika dilihat dari luarnya saja, tp ketika kita mencoba mengenalinya lebih dekat akan kita temukan kenyataan, kurangnya fasilitas untuk peserta didik dan pendidik dalam proses belajar mengajar. Kami butuh bantuan buku-buku pelajaran,aneka buku ilmu pengetahuan serta jaringan listrik dan internet, sehingga kami yang ada dipelosok ini dapat menjadi “pintar” dan siap bersaing didunia luar.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.